Menikmati Gula Kacang Hijau di Kawasan Makam Sunan Ampel

Senin, 11 Agustus 2014 0 komentar

Ketika menyusuri Kawasan Wisata Religi Makam Sunan Ampel di Surabaya, ada pemandangan yang menarik berkaitan dengan wisata kuliner. Di sekitar kawasan ini banyak terdapat warung yang menjajakan beragam jenis makanan , utamanya yang bercita rasa masakan khas komunitas Arab.


Salah satunya adalah depot milik Pak Aguk yang berada di Jalan KH. Mas Mansyur. Di warung yang cukup sederhana ini menyajikan menu masakan Jawa, sate kambing, gulai kambing dan sebagainya. Ada satu menu yang cukup menarik yaitu Menu Gulai Kacang Hijau.


Menurut Pak Aguk, sesuai dengan tradisi orang Arab, Gulai kacang Hijau itu biasanya disantap bersama dengan Roti Maryam  ( Roti Cane ).Penasaran dan tertarik dengan menu itu , saya kemudian memesan menu Gulai  Kacang Hijau plus Roti Maryam.


Sambil menunggu pesanan diolah , terasa cukup susah dan  unik juga  membayangkan pada awalnya bagaimana rasanya kacang hijau yang biasanya identik dengan makanan yang bercita rasa manis berpadu dengan gulau yang bercita rasa pedas itu.


Selang beberapa menit pesanan saya pun telah siap. Ternyata cukup banyak juga porsi gulai dengan potongan daging kambingnya yangcukup besar. Begitu juga dengan ukuran roti Maryam. Tak sabar ingin menikmati rasanya, saya pun segera menuangkan beberapa sendok kuah gulai itu ke atas  roti maryam.Kemudian secara perlahan menikmati roti maryam yang sudah bercampur dengan gulai kacang hijau itu. 


Aroma merica, jintan, kayu manis dengan rasa pedasnya cukup terasa pada kuah gulai. Pada kuah gulai itu terdapat campuran butiran kacang hijau. Entah bagaimana sejarahnya kacang hijau itu digunakan untuk campuran  gulai ini.


Bagi yang belum terbiasa dengan makaman Gulai Kacang Hijau seperti saya ini tentu terasa cukup aneh merasakan sensasi rasa menu yang satu ini. Apalagi ketika menikmatinya dengan roti maryam. Benar-benar terasa mengenyangkan karena roti maryam itu saja sudah cukup mengenyangkan saat dimakan tanpa campuran apapun.

 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  
OLeh-oleh Khas Tuban 
Semaraknya Karnaval Budaya Di Tuban
Indahnya Indonesia Dalam Karnaval Budaya
Situs Giri Kedaton Peningggalan Sunan Giri
Nasi Krawu yang Nikmat dan Khas Gresik

Hantu Yang Aneh di Lamongan 
Relief 3 Dimensi di Kelenteng Tuban 
Api Yang Tak Bisa Padam Di Bojonegoro
Maharani, Si Cantik dari Lamongan 
Serunya Disemprot Air di Tempat Wisata
Semaraknya Karnaval Budaya 2012  Di Tuban


Ijazah Dokter Jawa Di Masa Lampau
Merak Albino Yang Eksotis dan Langka 
Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya 
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan 
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET  

Relief Kucing Di Kelenteng Tjoe Ling Kiong - Tuban
Kota TEXAS Di Lamongan 
Museum Yang Menyimpan Benda-Benda Santet 
Harimau dan Singa Liar Di Lamongan
Benda-benda Bernuansa Mistis dan Magis di Museum

Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro 

Purna Siswa dan Gelar Prestasi TK Integral Hidayatullah - Tuban
Play Group Hidayatullah - Tuban
Taman Kanak-Kanak Integral Hidayatullah - Tuban 

Gadis di Tuban  Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan
Wisata Religi Di Makam Sunan Giri
Nasi Krawu Yang Nikmat dan Khas Gresik
Kue Pudak yang Nikmat dan Khas Gresik

Indahnya House Of Sampoerna Di Malam Hari
Kirab Piala Adipura Di Tuban
Parade Mobil Hias Di Tuban 
Pesawat Nomad TNI Angkatan Laut  Di Lamongan 
Kapal Selam Yang Terdampar Di Surabaya

Batu-batu  dan Relung Unik di Gua Akbar
Legenda Batu Gajah di Tanah Tuban 
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Atraksi Kekuatan Ala Samson Di Tuban 

Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi 

Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari 
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban 
Indahnya Pantai Panyuran - Tuban 
Pameran Foto Bol Bru di House Of Sampoerna 

Souvenir Ongkek Yang Unik dan Khas Tuban
Mushola Unik Di Dalam Gua Akbar 
Pantai Sowan Yang Indah dan Alami
Rumah Serangga Di Lamongan
Meraup Kesegaran Alami Di Pemandian Bektiharjo
Iklan Pajak Keliru Ala Tuban 

Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio 
Wanita Mini 75 cm dari Tuban 
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban 
Tradisi Bubur Suruh Di Makam Sunan Bonang

Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisata Laut Tuban Yang Mengecewakan
Makam Panjang 9 Meter di Gresik

Rumah Kucing Di Lamongan 
Pesona Kuda Jingkrak di Tuban
Rumah Sakit Hantu Di Lamongan 
Foto Gus Dur di Kelenteng Boen Bio 

Nuansa Horor Di Museum Kesehatan
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio
Situs Bangunan Kuno Di Kayangan Api 

Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Rambu Ala Slankers Di Bojonegoro
Buah Kepel Sebagai Deodoran Alami

Nikmat dan Segarnya Es Dawet Siwalan
Indahnya Alun-alun Tuban di Malam Hari
Pesona Kesegaran Air Terjun Sri Getuk
Ribuan Ikan dan Kelelawar di Gua Ngerong
Gemerlap Istana Dalam Gua 
 

Rumah Gajah Mungkur Yang Indah Dan Unik
Museum Anak Kolong Tangga
Jangkar Bermata Empat Di Museum Kambang Putih
Pesona Keindahan Candi Prambanan

Pondok Pesantren Dalam Gua Yang Fenomenal
Minuman Legen Yang Nikmat dan Segar
Jejak Majapahit di Candi Jabung  
Relika Makam Walisongo Di Lamongan
================================================================


Melihat saya makan yang langsung menuangkan banyak kuah gulai di atas roti maryam. Pak Aguk kemudian datang dan menghampiri saya. Menurutnya, ada cara yang khusus dan biasa dilakukan oleh orang Arab kala menyantap gulai kacang hijau dan roti maryam agar bisa terasa nikmat. Yaitu dengan mengiris roti maryam dengan sendok dalam potongan kecil dan menuanginya dengan kuah gulai sedikit demi sedikit lalu menyantapnya secara perlahan.


Olala ..., ternyata cara saya menikmati Gulai kacang hijau itu keliru pada awalnya. Pantas saja rasanya cukup  aneh saat menikmati rasa masakan itu dengan sensasi yang mengenyangkannya.


Sambil makan, Pak Aguk menjelaskan bahwa usaha gulai kacang hijau milinya itu sudah berjalan cukup lama dan awalnya dirintis oleh ayahnya sejak tahun 1963. Selama ini cukup banyak orang yang tertarik dan berminat dengan menu itu, terlebih pada bulan Ramadhan. Harga seporsi gulai kacang hijau plus roti maryam itu cukup murah yaitu Rp 15.000.


Cukup murah juga karena porsinya yang banyak dan mengenyangkan. Dan yang lebih penting bisa menyicipi salah satu jenis khazanah masakan ala Arab.Seusai menikmati Gulai Kacang Hijau dengan roti maryam itu, perjalanan saya kemudian kembali berlanjut dengan  menyusuri jalanan dan suasana malam di Kota Pahlawan ini. 


 .








0 komentar:

Posting Komentar

 

©Copyright 2011 A Zidan