Belajar tentang sejarah dan budaya bangsa bisa dilakukan dengan banyak cara. Diantaranya dengan mengajak anak-anak untuk berkunjung ke tempat-tempat yang terdapat peninggalan sejarah dan budaya pada masa lampau. Salah satunya dengan berkunjung ke bangunan candi.




Menurut Bapak Biantoro, guru pembina, kegiatan itu merupakan salah satu cara untuk mengajak dan mengenalkan sejarah dan budaya pada masa lampau pada anak-anak. Dengan berkunjung langsung ke lokasi Candi Singosari itu diharapkan mereka bisa tahu tentang candi dan menumbuhkan perhatian, kepedulian dan kecintaan mereka.
Tentang dipilihnya Candi Singosari karena candi ini karena lokasinya yang hanya berjarak sekitar kurang dari 1 jam perjalanan dari daerah tempat tinggal mereka. Akses menuju lokasinya juga cukup mudah. Selain itu , candi ini juga tampak nyaman karena bersih dan terawat dengan baik.





Tetapi saat ini hanya tinggal arca Resi Agastya saja, sedangkan arca lainnya telah dibawa ke Leidan - Belanda. Alasan mengapa arca resi Agastya tidak dibawa serta ke Belanda adalah mungkin dikarenakan kondisinya yang sudah rusak cukup parah, sehingga tidak layak dibawa sebagai hadiah kepada penguasa negeri belanda pada saat itu.


Sebab-sebab ditinggalkan tersebut dihubungkan dengan dengan adanya peperangan, yaitu serangan dari raja Jayakatwang dari kerajaan Gelang-gelang terhadap Raja Kertanegara kerajaan Singhasari yang terjadi pada sekitar tahun 1292. Serangan raja Jayakatwang tersebut dapat menghancurkan kerajaan Singhasari. Raja Kertanegara beserta pengikutnya dibunuh. Diduga karena masa kehancuran (pralaya) kerajaan Singhasari itulah, maka Candi Singosari tidak terselesaikan dan akhirnya terbengkalai.

Belum selesainya bangunan candi ini bermanfaat juga bagi kita yang ingin mengetahui teknik pembuatan ornamen (hiasan) candi. Tampak bahwa hiasan itu dikerjakan dari atas ke bawah. Bagian atas dikerjakan dengan sempurna, bagian tubuh candi (tengah) sebagian sudah selesai sedangkan bagian bawah sama sekali belum diselesaikan.

Di halaman Candi Singosari masih terdapat beberapa arca yang tersisa, beberapa diantaranya berupa tubuh dewa/dewi meskipun bisa dibilang tidak utuh lagi. Bahkan terdapat satu arca Dewi Parwati yang memiliki bagian kepala yang terlihat "aneh". nampaknya bagian tersebut bukan merupakan kepala arca yang sebenarnya. Karena kepala arca yang sebenarnya diduga putus dan raib entah kemana.
.jpg)
.jpg)
Keberadaan candi Singosari ini menjadi salah satu jejak tentang indahnya budaya dan peradaban budaya pada masa lampau di nusantara tercinta.Apalagi tak jauh candi ini juga terdapat dua arca Dwarapala yang juga menarik dan bersejarah.Kisah selanjutnya tentang Arca Dwarapala itu bisa Anda baca dengan langsung klik Link berikut ini :
Raksasa Yang Menyeramkan Di Singosari
.
====================
Baca juga dan Klik artikel menarik berikut ini :
Menambang Uang Melalui Facebook dan Twitter
Menambang Uang Melalui Facebook dan Twitter
Peluang Mendapatkan Dollar Via Internet
Museum Santet Di Surabaya
Tips Memasang Iklan Di Blog
Share Status di Fb/Twitter Dapat Komisi
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban

Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca
di Link berikut ini :
www.blogger.comblogspot.com


0 komentar:
Posting Komentar